Archive for 2014
sejarah automation
By : zaenalSEJARAH AUTOMATION
Teknik otomasi adalah penggunaan mesin, sistem kontrol, dan teknologi informasi untuk optimisasi produksi dan pengiriman barang dan jasa. Otomasi hanya dilakukan jika hasilnya lebih cepat, lebih baik secara kuantitas dan/atau kualitas dibandingkan dengan penggunaan tenaga kerja manusia. Dalam dunia industri, otomasi merupakan lanjutan dari mekanisasi, di mana mekanisasi masih membutuhkan operator manusia selama mesin beroperasi atau membutuhkan bantuan tenaga otot manusia agar mampu bekerja. Otomasi mengurangi peran manusia dalam hal tersebut.
Dalam sejarahnya, otomasi telah dicapai dalam perkembangan kehidupan manusia, meski pada awalnya tidak disebut sebagai otomasi. Operator telepon yang digantikan dengan mesin, berbagai peralatan kedokteran (elektrokardiogram dan sebagainya) yang menggantikan peran tenaga medis, hingga mesin ATM. Istilah "otomasi" digunakan pertama kali oleh General Motors pada tahun 1974 yang mendirikan departemen otomasi (automation department). Ketika itu, teknologi otomasi yang mereka gunakan adalah komponen listrik, mekanik, hidrolik, dan pneumatik. Antara tahun 1957 hingga tahun 1964, mereka menghasilkan output dua kali lipat ketika buruh sudah mulai dikurangi akibat dampak otomasi.
ALASAN PERLUNYA OTOMASI DI SEBUAH PERUSAHAAN (PABRIK)
- Terjaminnya keselamatan (safety) baik bagi
operator maupun peralatan yang ada.
- Terjaganya kualitas produk, misalnya komposisi
produk, warna, dll pada keadaan yang kontinyu
dan dengan biaya minimum.
- Proses berlangsung sesuai dengan batasan
lingkungan, limbah yang dihasilkan oleh proses
tersebut tidak melebihi ambang batas
lingkungan.
- Proses berlangsung sesuai dengan batasanbatasan
operasinya. Berbagai jenis peralatan
yang digunakan dalam sebuah pabrik kimia
memiliki batasan (constraint) yang melekat
untuk operasi peralatan tersebut. Batasanbatasan
itu seharusnya terpenuhi di seluruh
operasi sebuah pabrik.
- Ekonomis: Operasi sebuah pabrik harus sesuai
dengan kondisi pasar, yakni ketersediaan
bahan baku dan permintaan produk akhirnya.
Oleh karena itu, harus seekonomis mungkin
dalam konsumsi bahan baku, energi, modal,
dan tenaga kerja. Hal ini membutuhkan
pengontrolan kondisi operasi pada tingkat
yang optimum, sehingga terjadi biaya operasi
yang minimum serta menghasilkan keuntungan
yang maksimum.
HAL - HAL YANG SERING TERJADI APABILA PERUSAHAAN BARU MEGGUNAKAN SISTEM OTOMASI
Dari pengalaman selama menekuni bidang otomasi
dan instrumentasi serta beberapa informasi yang
pernah penulis peroleh, bebarapa hal yang sering
terjadi pada penerapan sistem otomasi antara lain:
- Sistem otomasi bekerja dengan baik, tetapi
selama tenaga ahlinya masih ada.
- Sumber daya manusia yang ada tidak mampu
merawat sistem otomasi.
- Sistem otomasi dijalankan secara manual.
- Hasil penerapan sistem otomasi belum
maksimal atau dapat dikatakan minim.
- Sistem otomasi di mana hasilnya benar-benar
mengecewakan.